Monday, 16 July 2012

INTERNET PROTOCOL TELEVISION (IPTV)

Standard

sumber gambar: broadbandtvnews.com

Pengertian IPTV atau Televisi protokol Internet adalah layanan televisi dengan jaringan Internet yang menggunakan arsitektur jaringan dan metode suite protokol Internet melalui paket-switched Jaringan Infrastruktur, misalnya, Internet dan jaringan Internet akses broadband , bukan menggunakan frekuensi radio, sinyal satelit, dan televisi kabel. 

IPTV layanan Mei Jadilah Berbintang Ke tiga kelompok utama: TV, waktu bergeser pemrograman, dan video on demand (VOD). Hal ini Distinguished dari layanan internet berbasis web atau multimedia berbasis umum dengan proses Standardisasi on-akan-nya (misalnya, Institut Standar Telekomunikasi Eropa) dan skenario penyebaran Preferential dalam jaringan Telekomunikasi berbasis pelanggan dengan saluran akses berkecepatan tinggi pengguna akhir bangunan Ke melalui kotak set-top atau lain-lokasi pelanggan tetap. 
Secara historis, banyak definisi yang berbeda-beda IPTV Apakah Muncul, Termasuk dasar stream melalui jaringan IP, transportasi sungai melalui jaringan IP dan sejumlah sistem berpemilik. 
Definisi resmi disetujui oleh kelompok Telekomunikasi fokus pada IPTV International Union (ITU-T FG IPTV) adalah sebagai BERIKUT: 
"IPTV didefinisikan sebagai layanan multimedia diantaranya televisi / video / audio / text / grafik / data yang disampaikan melalui jaringan berbasis IP. System ini mampu memberikan tingkat kualitas pelayanan dan pengalaman, keamanan, interaktivitas dan keandalan yang dibutuhkan." 
Definisi Lain yang resmi dan lebih rinci IPTV datang dari Alians Telecomunication Industry Solution (ATIS), IPTV eksplorasi Group pada tahun 2005: 
IPTV didefinisikan sebagai pengiriman aman dan dapat diandalkan untuk pelanggan dari hiburan video dan layanan terkait. Layanan tersebut meliputi Mei, misalnya, Live TV, Video On Demand (VOD) dan Interactive TV (iTV). Layanan ini di mengakses Disampaikan agnostik, packet switched protokol jaringan mempekerjakan Itu IP untuk mengangkut audio, video dan sinyal kontrol. Berbeda dengan video melalui Internet publik, dengan penyebaran IPTV, keamanan jaringan dan kinerja yang ketat berhasil Memastikan pengalaman hiburan unggul, Hasil dalam lingkungan bisnis yang menarik bagi penyedia konten, pengiklan dan sama Pelanggan. 
Salah satu definisi untuk konsumen IPTV ini untuk transportasi program satu atau beberapa sungai (MPTS) yang bersumber oleh operator jaringan yang sama memiliki atau langsung kontrol itu mil yang "terakhir" ke lokasi konsumen [rujukan?]. Ini kontrol atas Memungkinkan pengiriman Dijamin kualitas pelayanan (QoS), Dan Juga Memungkinkan penyedia layanan untuk menawarkan pengalaman pengguna yang ditingkatkan sebagai panduan program yang lebih baik seperti itu, layanan interaktif dll 
Di lingkungan komersial IPTV banyak digunakan untuk distribusi TV, saluran playout video dan Video on Demand (VOD) materi di LAN atau WAN IP jaringan infrastruktur, dengan QoS dikontrol. 

Arsitektur Internet Protocol Television (IPTV) 
Komponen utama dari IPTV adalah adanya STB (set top box) yang dapat mengonversi IP video ke dalam sinyal standar suatu televisi. STB adalah gateway yang menuju ke IP video switching system. Pada gambar terlihat bahwa Switched Video Service (SVS) sistem memungkinkan pengguna untuk terhubung ke banyak variasi dari sumber media televisi termasuk broadcast network channels, subscription services, dan movies on demand. Ketika pengguna memutuskan untuk mengakses sumber media ini, perintah (biasanya dengan menggunakan remote control) dikirimkan ke SVS kemudian SVS akan mengatur mana sumber media yang sesuai dengan keinginan pengguna. Diagram di bawah ini menunjukan pengguna hanya membutuhkan satu video channel ke SVS untuk mengakses secara virtual banyak sumber media dan video. 
Gambar B1. Arsitektur sederhana IPTV 

Gambar B2. Arsitektur IPTV menggunakan ADSL 

Dalam contoh di bawah ini akan diperlihatkan bagaimana sebuah IPTV dapat didistribusikan lewat sebuah switched telephone network. 
Gambar B3. Distribusi IPTV 

Gambar diatas memperlihatkan pengguna mengakses tayangan film dari sumber media (media center) yang berlokasi jauh dan dipisahkan oleh beberapa switched dari pengguna. Ketika pengguna pertama menginginkan film, maka permintaan akan disalurkan ke telephone end office. Jika dalam video storage system tidak terdapat film yang diminta maka akan diteruskan permintaan ke media center. Media center akan mentransfer film sesuai yang diinginkan kepada penggunan. Ketika ditransfer, interconnecting switches akan membuat penggandaan (copy) untuk keperluan yang akan datang untuk mengurangi proses distribusi. 
Gambar berikut memperlihatkan benyaknya IPTV yang secara simultan bisa digunakan per rumah tangga bergantung pada kecepatan transfer data yang digunakan. 
Gambar B4. Jumlah pengguna IPTV berdasarkan transfer rate 

Bagan diatas memperlihatkan bagaimana cara proses transmisi dari operasi televisi analog NTSC. Sumber video kemudian dipecah menjadi 30 frame per detik dan dikonversi menjadi kelipatan garis per frame. Setiap transmisi video dimulai dengan sync pulse (pulsa sinkronisasi) yang akan diikuti oleh sinyal yang merepresentasikan warna dan intensitas. Waktu relatif untuk memulai sinkronisasi adalah posisi pada garis dari kiri ke kanan. Setiap garis dikirimkan sampai frame lengkap dan frame berikutnya dapat dimulai. Penerima televise kemudian akan mendekodekan sinyal video ke posisinya dan mengontrol intensitas sinar elektronik yang digunakan untuk menscan tabung fosfor(tabung televisi) untuk menampilkan gambar. 

Ruang Lingkup dan Cara Kerja IPTV 
Ruang lingkup layanan IPTV di Indonesia yang diatur dalam regulasi Peraturan Menkominfo No.30/2009 pasal 7 adalah sbb: 
  1. Layanan penyiaran (pushed services), yaitu layanan berupa siaran televisi baik itu siaran yang diterima oleh pelanggan sesuai jadwal aslinya (linier) maupun siaran yang diterima oleh pelanggan pada waktu penerimaan yang diaturnya sendiri (non linier), serta layanan Pay per View. 
  2. Layanan multimedia (pulled services dan interactive services), yaitu layanan yang penyalurannya diberikan berdasarkan permintaan dari pelanggan. 
  3. Layanan transaksi elektronik. 
  4. Layanan akses internet untuk kepentingan publik. 
Sementara itu, produk teknologi seperti IPTV ini berbeda dengan program video streaming yang disiarkan melalui internet. IP di sini berarti suatu metode pengiriman informasi TV melalui suatu jaringan IP yang aman dan bisa dikelola oleh suatu service provider, termasuk bandwidth dan aspek keamanan informasinya. Hal tersebut memungkinkan penonton menikmati layanan entertainment yang sangat memuaskan dengan kualitas siaran yang terjamin. IPTV berkembang pesat di kawasan Eropa dan Amerika, dan beberapa negara Asia, antara lain karena sifat-sifat layanannya yang personal, ada dimana saja, dengan kualitas gambar dan suara yang prima, serta mempunyai nilai jual yang tinggi. 
Untuk melihat secara sekilas cara kerja IPTV dapat digambarkan sebagai berikut: 
Gambar C1. IPTV Video Market Tracking Service 

Di lain pihak penggunaan alat STB (Set-up Box) yang dipakai secara umum di dunia adalah sebagai berikut: 
Gambar C2. Konfigurasi: Hybrid STB dengan Dual Input 

Konfigurasi dual input hybrid STB dalam gambar C2 adalah yang paling lazim dipakai dalam broadcast inputs yakni a.l: Satellite (DTH), Cable (QAM) or Terrestrial (DTT/DVB-T). 
Gambar C3. Konfigurasi: Hybrid Cable STB dengan Kabel Internal Modem 

Gambar C3 adalah Coax input tunggal untuk IP dan layanan broadcast yang juga sering dipergunakan. 
Gambar C4. Konfigurasi: Pure IPTV STB dengan External Gateway 

Beberapa fungsi-fungsi di dalam jaringan IPTV, diantaranya: 
  • Head-end, terdiri dari IRD (integrated receiver decoder) yang berfungsi sebagai penerima kanal televisi melalui satelit, dan encoder yang berfungsi mengubah format video ke format baku MPEG-4/H.264 untuk dilewatkan ke jaringan IP. 
  • Middleware merupakan komponen pengendali utama layanan IPTV. Middleware terintegrasi dengan VoD Server, content management/delivery system (CMS/CDS), end-user terminal, CA/DRM dan NMS. Sistem pada middleware mendukung open architecture dan mempunyai open standard interface, untuk berkomunikasi dengan 3rd party application, dan mendukung pengembangan layanan baru dengan cepat. 
  • BCMS (business and content management system) merupakan sistem yang digunakan untuk mengelola bisnis dan konten sistem IPTV. 
  • VoD (video on demand) merupakan sistem yang memberikan layanan on demand kepada pelanggan. VoD didistribusikan dengan mekanisme yang memungkinkan minimalisasi biaya. 
  • CA (conditional access) / DRM (digital right management) adalah suatu mekanisme yang memungkinkan sistem memberikan hak akses terautentikasi terhadap sebuah program yang diminta user. 
  • End User Terminal dibagi ke dalam beberapa tipe tergantung dari akses yang digunakan. Untuk jaringan private akan digunakan home gateway dan set top box (STB), dimana home gateway merupakan gerbang koneksi ke jaringan broadband, sedangkan STB merupakan perangkat antarmuka dari home gateway ke terminal TV pelanggan. Untuk jaringan publik akan digunakan client application yang diinstall di perangkat dan terintegrasi dengan browser yang digunakan. 
  • CDN (content delivery network) merupakan perangkat yang digunakan untuk membantu distribusi konten di atas jaringan. 
  • NMS (network management service) merupakan sistem yang digunakan untuk memelihara dan memonitor jaringan yang digunakan men-deliver layanan IPTV. 
Transmisi IPTV 
IPTV server 
Pada jaringan OPTIC mesh terhubung dengan sebuah OXCs (Optical Cross- Connected/Switch) yang terkoneksi melalui link WDM dan membentuk topologi yang terpisah. Sebuah OXCs dapat berupa switching elekronik atau all-OPTICal. Pada aplikasi IPTV, terdapat sumber SHE (Super Head-End). SHE tersebut berfungsi sebagai sumber primer untuk menjaga reabilitas dari transmisi video. Video stream ditransmisikan dari SHE dan diterima oleh VHO (Video Hub Office) dimana didalam VHO, video stream akan diproses lebih lanjut (misalnya penambahan iklan) sebelum dikirim ke OXCs dan ditransmisikan ke user. 

Sistem IPTV 
IPTV melayani baik siaran langsung (live) maupun program atau video yang tersimpan di server (Video on Demand VoD). Pada system IPTV codec yang dipakai dalam MPEG-2 atau MPEG-4 (H.264) dan dikirim dalam sebuah system transport MPEG dengan menggunakan IP multicast (siaran langsung) atau IP unicast (VoD). Dengan metoda IP Multicast, informasi dapat dikirim ke multiple komputer pada saat yang bersamaan. Pada system standar IPTV, protocol utama yang digunakan adalah : RTSP (Real Time Streaming Protocol) untuk VoD dan IGM version 2 untuk siaran langsung. IGMP version 2 berfungsi untuk koneksi ke multicast stream (saluran TV) dan menjembatani perubahan dari satu multicast stream ke lainnya (perubahan channel TV). 

NPVR (Network-based Private Video Recorder) 
Network-based Private Video Recorder atau yang lebih dikenal dengan sebutan NPVR merupakan fiture pada IPTV dimana siaran langsung (real-time broadcast) dapat disimpan pada jaringan server yang untuk kemudian dapat diakses oleh user sesuai dengan waktu yang mereka tentukan. NPVR sistem menyediakan layanan siaran TV yang mengizinkan user untuk menyimpan semua siaran TV yang mereka inginkan dan menontonnya tanpa adanya paket biaya tambahan dan alat tambahan pada STB (set top box). Dengan NPVR user seperti memiliki sebuah PVR (Privat Video Recorder) yang terpasangan pada jaringan. Dengan cara ini user dapat menikmati acara yang mereka inginkan kapan saja, dimana saja, apa saja tanpa adanya alat tambahan lainnya. 

Kekurangan dan Kelebihan IPTV 
1) Kekurangan 

  • Dalam perkembangannya, IPTV yang semakin marak diperbincangkan masih saja ada kekurangan/kelemahannya. Karena bergantung dengan jaringan internet kualitas siaran bisa menurun, seperti gambar siaran yang terputus-putus karena kualitas jaringan yang kurang baik. 
  • Tetapi dengan berbagai macam layanan IPTV serta semakin berkembangnya teknologi, bukan tidak mungkin dimasa mendatang IPTV menggantikan Siaran Televisi yang ada sekarang ini. 
2) Kelebihan 

  • IPTV dapat menyiarkan secara live atau prerecorded digital video program-program pendidikan, komersial, serta dapat melakukan capturing dan transmisi program dari berbagai source. 
  • IPTV dapat melakukan penjadwalan program sesuai dengan kebutuhan antara pemilik informasi dan audience. Penikmat dapat memilih program dari suatu listing yang akan dilihatnya. 
  • IPTV dapat memberikan layanan yang ekonomis namun dengan tidak mengorbankan kualitas layanan. Ini karena teknologi bandwidth transmisi yang efisien, yaitu IP multicasting. 
  • IPTV mendukung format standard MPEG (Motion Picturre Experts Group) untuk memberikan high quality, full motion video. Feature ini merupakan tambahan terhadap standard CODEC atau compression/decompression untuk menjamin kualitas gambar yang sesuai dengan spesifikasi aplikasi dan bandwidth yang tersedia. 
  • Bila dibandingkan dengan metode tutorial yang konvensional, IPTV lebih efisien karena tidak perlu membayar instruktur, biaya print materi relatif lebih sedikit, tidak perlu menyewa ruang seminar khusus karena IPTV dapat diakses oleh setiap meja selama terkoneksi dalam satu LAN/WAN. 
  • Kelebihannya adalah penyatuan system transmisi televisi dan IP sekaligus yang menggunakan infrastruktur IP tanpa harus investasi tambahan untuk area dan tower/hub transmisi, izin frequency, engineer, perangkat transmisi dan lain sebagainya. Berikutnya jaringan IP memungkinkan untuk broadcast lebih banyak fungsi dan content (siaran). 
  • Tidak semua content ditransmisikan, Jadi hanya content yang dipilih untuk dilihat oleh pengguna saja. (System proxy tidak memungkinkan untuk real time content/siaran). Hal ini tentu akan membuat penggunaan bandwidth infrastruktur jaringan lebih efisien. Disamping juga content yang dipilih pengguna dibatasi oleh lebarnya pipa bandwidth sampai ke perangkat user (Set-Top-Box). Secara tidak langsung juga meningkatkan privacy pengguna dibanding technology televisi biasa atau via satelit. 
  • Technology IP memungkinkan pemirsa televisi lewat jaringan internet mendapatkan pengalaman menonton yang lebih interactive dan personal. 
  • Dapat mengakses file-file di komputer pengguna, menggunakan telephone IP wireless atau sampai kelebihan pada pengawasan orangtua terhadap dokumentasi laporan dari sekolah anak-anak mereka, saat mereka tidak berada dirumah. 
  • Dengan IP-base, IPTV memiliki beberapa keunggulan, diantaranya kemampuan IPTV untuk berintegrasi dengan jaringan IP-base service seperti akses internet maupun VoIP (Voice over IP).

0 komentar:

Post a comment


Copyright © AIMAGU. Jasa Pembuatan Website. All Rights Reserved
Design by Automattic | Blogger Theme by NewBloggerThemes | Official: www.aimagu.com